Oleh: direktoratkesmavet | Maret 23, 2010

Visi dan Misi Kesmavet

VISI
Terwujudnya pelayanan veteriner yang prima dalam menjamin kesehatan dan ketentraman bathin masyarakat.

MISI
A. Meningkatkan jaminan keamanan pangan asal hewan melalui pembinaan dan pengawasan higiene-sanitasi dalam upaya penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
B. Meningkatkan jaminan keamanan pangan asal hewan melalui pengujian keamanan dan mutu produk peternakan.
C. Meningkatkan perlindungan sumberdaya hewani dan ketentraman bathin masyarakat dalam penyediaan pangan asal hewan melalui pembinaan analisa risiko dan peredaran pangan asal hewan.
D. Meningkatkan perlindungan sumberdaya hewani dan daya saing produk hewan non pangan dalam penyediaan produk hewan non pangan melalui pembinaan analisa risiko dan peredaran produk hewan non pangan.

* Meningkatkan pengendalian zoonosis melalui monitoring dan surveilans.
* Meningkatkan penerapan kesejahteraan hewan melalui pembinaan dan kepedulian masyarakat.

KEBIJAKAN KESMAVET
1. Penyediaan pangan asal hewan yang ASUH (Food Safety and Halalness Assurance System).
2. Pengendalian dan penanggulangan zoonosis.
3. Pembinaan kesejahteraan hewan.

PROGRAM KESMAVET

* Penerapan Sistem Jaminan Keamanan Pangan pada mata rantai produksi pangan asal hewan.
* Pengamanan produk hewan.
* Monitoring dan surveilans residu serta cemaran mikroba pada produk hewan.
* Pengendalian zoonosis melalui monitoring, surveilans dan partisipasi masyarakat.
* Penerapan kesejahteraan hewan.

PENGERTIAN ZOONOSIS
Zoonosis adalah penyakit yg dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya, disebut juga Anthropozoonosis (UU No. 6/1967).
Zoonosis adalah suatu penyakit atau infeksi yang secara alami ditularkan dari hewan vertebrata (WHO).

Note :
Lebih dari 1415 mikroba pathogen yg mengancam kesehatan manusia dan 61,6 % berasal dari hewan.
Jumlah Zoonosis yang ditetapkan sebagai zoonosis penting di dunia 156 jenis (dan akan terus bertambah : Emerging Infectious Disease/EID).
Dampak Akibat Zoonosis
1. Timbulnya kesakitan (morbidity) dan kematian (mortality), baik pada manusia maupun hewan.
2. Dampak ekonomi akibat kehilangan tenaga kerja karena sakit, menurunnya jumlah wisatawan ke daerah terjadinya wabah, turunnya produksi ternak dan produk ternak, pemusnahan ternak sakit dan tersangka sakit, serta pembatasan dan penurunan perdagangan internasional.

PERAN & FUNGSI KESMAVET DALAM PENGENDALIAN ZOONOSIS
• Meningkatkan pengetahuan ekologi dan epidemiologi untuk mendeteksi penyakit dan memonitor program pengawasan zoonosis.
• Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat (public awareness) terhadap penyakit-penyakit zoonotik strategis sebagai upaya pencegahan zoonosis.
• Mengoptimalkan risk management dan risk communication hasil risk analysis importasi (lalu lintas) ternak dan produk asal hewan.
• Mengintesifkan koordinasi pengawasan antara Dinas dengan seluruh stake holder terkait.
Zoonosis dan Program Keamanan Pangan
Kebijakan zoonosis dari aspek kesmavet dalam mendukung keamanan pangan berdasarkan prinsip identifikasi & penelusuran (Identification – tracebility) PAH, melalui :
Kegiatan teknis : sampling 3 penyakit ( Salmonellosis, Champylobacteriosis, Anthraks) pada Unit Usaha PAH khususnya RPH dan RPU.
Fasilitasi Pengujian dan Pemberdayaan Lab daerah.
Analisa data hasil pengujian, yang akan digunakan :
- Pemetaan penyakit
- Bahan kebijakan lebih lanjut :
- Tindak penyidikan – Surveilans zoonosis
- Tindak konsolidasi : Pembinaan Teknis, sosialisasi/advokasi

Tindakan dan Pengawasan Zoonosis: Tebal
Pemeriksaan dokumen kesehatan hewan/produk hewan.
Pemeriksaan Antemortem & Post-mortem di RPH – RPU.
Pemeriksaan Sample Laboratorium.
Sistem Kewaspadaan / Peringatan Dini.
Public Awarenes.

Prioritas penyakit zoonosis dan foodborne diseases di Indonesia:
1. Zoonosis: Antraks, Avian Influenza, Brucellosis dan Rabies.
2. Foodborne: Salmonellosis, Campylobacteriosis, Taeniasis, Toxoplasmosis, Leptospirosis dan Tuberculosis.

PROGRAM PENGENDALIAN ZOONOSIS DAERAH TERANCAM
Kebijakan :
1. Meningkatkan Komitmen Dari Pemerintah Dan berbagai unsure mitra yang berpotensi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan rabies.
2. Memadukan Berbagai Kegiatan Promosi Dan Pencegahan Penyakit Rabies Serta Meningkatkan Pembinaan Dan Penanganan Kasus Rabies.
3. Pengawasan Lalu Lintas Hpr Secara Ketat.
4. Penyiagaan Sumber Daya Untuk Menanggulangi Kemungkinan Masuknya Rabies.
5. Diseminasi Informasi Di Daerah Terancam.

STRATEGI
1. Pembentukan Tikor Penangkalan Rabies Di Daerah Terancam.
2. Pencegahan Dan Penangkalan Masuknya Rabies Ke Daerah Terancam Oleh Dinas Bekerjasama Dengan Instansi Terkait.
3. Peningkatan Profesional Sumber Daya Manusia Aparat.
4. Penyiagaan Vaksinasi Hewan.
5. Komunikasi Informasi Edukasi.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
1. Meningkatkan Kemampuan Dan Kemandirian Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Penaggulangan Penyakit Rabies.
Pemilik Hewan Yang Rentan Sebagai Hewan Penular Rabies (Anjing, Kucing Dan Kera ) Secara Cermat.
2. Mengawasi Kondisi Kesehatan Hewannya Dan Wajib Menvaksinkan Hewan Secara Teratur.
3. Masyarakat Harus Aktif Melaporkan Kepada Aparat Pemerintah, Jika Mengetahui Kejadian Hewan Menggigit Manusia Khususnya Di Sekitar Tempat Tinggal.

PROGRAM PENGENDALIAN ZOONOSIS DAERAH TERANCAM
( ASPEK PUBLIC HEALTH )
OPERASIONALISASI :
1. Membentuk & Mengaktifkan ” Tikor Rabies”.
2. Meningkatkan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Rabies Terhadap Masyarakat Luas.
3. Perencanaan Program Di Tingkat Propinsi Dan Kabupten Dalam Pencegahan Rabies.
4. Optimalisasi Vaksinasi Dengan Vaksin Inaktif Pada Daerah Rawan / Risiko Terjadi Rabies.
5. Respon Cepat Terhadap Laporan Kasus à Penyidikan.
6. Memusnahkan HPR Yang Masuk Tanpa Identitas Jelas/Izin.

Sumber: Direktorat Kesmavet, Ditjennak, Deptan

Oleh: direktoratkesmavet | Maret 23, 2010

Definisi Kesmavet

Istilah Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai Veterinary Public Health (VPH) diperkenalkan pertama kali oleh World Health Organization (WHO) dan Food Agriculture Organization (FAO) pada laporannya the Joint WHO/FAO Expert Group on Zoonoses pada tahun 1951. Dalam laporan tersebut, Kesmavet (VPH) didefinisikan sebagai seluruh usaha masyarakat yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seni dan ilmu kedokteran hewan yang diterapkan untuk mencegah penyakit, melindungi kehidupan, dan mempromosikan kesejahteraan dan efisiensi manusia (veterinary public health comprises all the community efforts influencing and influenced by the veterinary medical arts and sciences applied to the prevention of diseases, protection of life, and promotion of the well-being and efficiency of man).

Menurut Schwabe (1984), istilah Kesmavet mengarah kepada bidang kesehatan masyarakat yang mana kedokteran hewan berkontribusi secara khusus.
Selanjutnya definisi Kesmavet dimodifikasi oleh WHO/FAO pada tahun 1975. Kesmavet didefinisikan sebagai suatu komponen aktivitas kesehatan masyarakat yang mengarah kepada penerapan keterampilan, pengetahuan dan sumberdaya profesi kedokteran hewan untuk perlindungan dan perbaikan kesehatan masyarakat (veterinary public health is a component of public health activities devoted to the application of professional veterinary skills, knowledge and resources for the protection and improvement of human health).

Pada tahun 1999, WHO, FAO, OIE dan WHO/FAO Coloborating for Research and Training in Veterinary Epidemiology and Management mengusulkan definisi kesmavet dikaitkan dengan definisi sehat menurut WHO. Menurut WHO, health is the state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity. Oleh sebab itu, pada tahun 1999, Kesmavet didefinisikan sebagai kontribusi terhadap kesejahteraan fisik, mental dan sosial melalui pemahaman dan penerapan ilmu kedokteran hewan (veterinary public health is the contribution to the complete physical, mental, and social well-being of humans through an understanding and application of veterinary medical science).
Indonesia memasukkan istilah Kesmavet pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Definisi Kesmavet dalam UU tersebut adalah segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan bahan-bahan yang berasal dari hewan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia. Selanjutnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983.
Kesmavet merupakan penghubung antara bidang pertanian/peternakan dan kesehatan. Ruang lingkup tugas dan fungsi kesmavet adalah administrasi dan konsultasi, pencegahan penyakit zoonotik, higiene makanan, riset dan penyidikan penyakit hewan dan zoonosis, serta pendidikan kesmavet. Secara garis besar, tugas, dan fungsi kesmavet adalah menjamin keamanan dan kualitas produk-produk peternakan, serta mencegah terjadinya resiko bahaya akibat penyakit hewan/zoonosis dalam rangka menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ruang Lingkup dan Fungsi Kesmavet
1. Memberi masukan teknis dalam penyusunan peraturan perundangan, kebijakan, pedoman, perencanaan strategis dan pelaksanaan dalam bidang pengendalian dan pencegahan penyakit hewan dan manusia, sanitasi, higiene, dan lingkungan;
2. Pencegahan dan pengendalian penyakit zoonotik atau zoonosis (penyakit yang ditularkan Dari hewan ke manusia)
3. Higiene pangan dan keamanan pangan, termasuk pengendalian foodborne illness (penyakit yang ditularkan melalui makanan).
4. Identifikasi dan evaluasi bahaya-bahaya (hazards) baik biologis, kimiawi, dan fisik yang menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan hewan;
5. Pendidikan kesehatan masyarakat.
6. Kerjasama antar instansi/badan dalam rangka menjamin kesehatan hewan, manusia, lingkungan.

Tantangan Kesmavet
1. Perubahan demografi (penduduk) dan dampak urbanisasi.
2. Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat.
3. Perubahan industri dan teknologi.
4. Pariwisata.
5. Perdagangan bebas/global.
6. Mikrooganisme atau agen patogen baru (emerging disease), serta adaptasi dan resistensi mikroorganisme.
7. Disaster medicine.
8. Kesejahteraan hewan.
9. Agriculture bioterorisms.

Oleh: direktoratkesmavet | Maret 23, 2010

Peralatan RPH

RPH

Oleh: direktoratkesmavet | Maret 23, 2010

KESMAVET

Kesmavet

struktur organisasi

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.